SISTEM KOMPUTER I



1.                       MULTIPLEXER & DECODER


v  MULTIPLEXER
Multiplexer adalah suatu rangkaian yang mempunyai banyak input dan hanya mempunyai satu output. Dengan menggunakan selector, dapat dipilih salah satu inputnya untuk dijadikan output. Sehingga dapat dikatakan bahwa multiplexer ini mempunyai n-input, m-selector , dan 1 output. Biasanya jumlah inputnya adalah 2m selectornya. Adapun macam dari multiplexer ini adalah sebagai berikut: o Multiplexer 4x1 atau 4 to 1 multiplexe r o Multiplexer 8x1 atau 8 to 1 multiplexer o Multiplexer 16x1 atau 16 to 1 multiplexer dsb. Gambar 9.1. berikut adalah symbol dari multiplexer 4x1 yang juga disebut sebagai “data selector” karena bit output tergantung pada input data yang dipilih oleh selector. Input data biasanya diberi label D0 s/d Dn. Pada multiplexer ini hanya ada satu input yang ditransmisikan sebagai output tergantung dari kombinasi nilai selectornya. Misalkan selectornya adalah S1 dan S0, maka jika nilai : S1 S0 = 00 Maka outputnya ( diberi label Y) adalah : Y = D0 Jika D0 bernilai 0 maka Y akan bernilai 0, jika D0 bernilai 1 maka Y akan bernilai 1.
Gambar 9.1. symbol multiplexer
Adapun rangkaian multiplexer 4x1 dengan menggunakan strobe atau enable yaitu suatu jalur
bit yang bertugas mengaktifkan atau mengnonaktifkan multiplexer, dilihat pada gambar 9.2
berikut ini.









v  DECODER


Jika diperhatikan decoder ini sebenarnya mirip dengan demultiplexer, dengan satu pengecualian yaitu pada decoder ini tidak mempunyai data input. Input hanya digunakan sebagai data control. Dalam hal ini adalah ABCD. Seperti yang ditunjukkan pada gambar 9.5, circuit logic ini disebut 1 of 8 decoder, karena hanya 1 dari 8 jalur output yang bernilai 1. Sebagai contoh, ketika ABCD = 0001, maka hanya output Y1 yang akan bernilai 1. Begitu juga jika ABCD = 0100, maka hanya output Y4 yang mempunyai output 1 dan seterusnya.


Operasi pada decoder dapat dijelaskan lebih lanjut dari hubungan input-output, seperti pada tabel 9.2 Amatilah pada variabel output yang mana, satu sama lainnya saling eksklusif, karena hanya ada satu output yang bernilai 1 pada satu waktu. Jalur output ditunjukkan dengan minterm yang ekivalen dengan angka biner.




1)    Sebuah Decoder adalah rangkaian logika yang menerima input-input biner dan mengaktifkan salah satu output-nya sesuai dengan urutan biner input-nya.
2)   Rangkaian dekoder mempunyai sifat yang berkebalikan dengan enkoder yaitu merubah kode biner menjadi sinyal diskrit. 
3)   Syarat perancangan sebuah dekoder adalah m <= 2n dimana m adalah kombinasi keluaran dan n adalah jumlah bit masukan.
4)   Contoh rangkaian dekoder adalah rangkaian dekoder dot matrik, dan dekoder seven segmen.
5)   Jika  kita  perhatikan  decoder  ini  sebenarnya  mirip  dengan  demultiplexer,  dengan  satu  pengecualian  yaitu  pada  decoder  ini  tidak  mempunyai  data  input.  Input  hanya  digunakan sebagai data control.
6)   Beberapa rangkaian Decoder yang sering dijumpai adalah decoder 3×8 ( 3 bit input dan 8 output line), decoder 4×16, decoder BCD to Decimal (4 bit input dan 10 output line), decoder BCD to 7 segment (4 bit input dan 8 output line).
7)    


8)   Tabel kebenaran 3 to 8 decoder.
9)   Dekoder dapat dibentuk dari susunan gerbang logika dasar atau menggunakan IC dekoder yang telah ada dipasaran seperti 74LS48, 74LS154, 74LS138, 74LS155 dan sebagainya.
10) Contoh merancang sebuah dekoder 32 saluran keluaran dengan IC dekoder 8 saluran keluaran.
11)  Dalam sistem digital, dekoder sangat sering digunakan yaitu sebagai contoh: untuk dekoder matrik, seven segmen, pengontrol trafic light, pengalamatan memori I/O dan sebagainya.




https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjfVuLnlzNXaVeg5QQqdbR8FYSV1x8a88XWb2J9wWG-9hAJN4Y1liMIpLV6R2WOF7ty1rn274728GLq780yg3N6cxguOkw36SzpJnqoN7B7N7Rqre0FjqcwmBX0J7l2FF_-XoKiWkM8ozZ0/s1600/Pengertian-Decoder-300x191.gif
Pengertian Decoder adalah alat yang di gunakan untuk dapat mengembalikan proses encoding sehingga kita dapat melihat atau menerima informasi aslinya. Pengertian Decoder juga dapat di artikan sebagai rangkaian logika yang di tugaskan untuk menerima input input biner dan mengaktifkan salah satu outputnya sesuai dengan urutan biner tersebut. Kebalikan dari decoder adalah encoder.

Fungsi Decoder adalah untuk memudahkan kita dalam menyalakan seven segmen. Itu lah sebabnya kita menggunakan decoder agar dapat dengan cepat menyalakan seven segmen. Output dari decoder maksimum adalah 2n. Jadi dapat kita bentuk n-to-2n decoder. Jika kita ingin merangkaian decoder dapat kita buat dengan 3-to-8 decoder menggunakan 2-to-4 decoder. Sehingga kita dapat membuat 4-to-16 decoder dengan menggunakan dua buah 3-to-8 decoder.


Beberapa rangkaian decoder yang sering kita jumpai saat ini adalah decoder jenis 3 x 8 (3 bit input dan 8 output line), decoder jenis 4 x 16, decoder jenis BCD to Decimal (4 bit input dan 10 output line) dan decoder jenis BCD to 7 segmen (4 bit input dan 8 output line). Khusus untuk pengertian decoder jenis BCD to 7 segmen mempunyai prinsip kerja yang berbeda dengan decoder decoder lainnya, di mana kombinasi setiap inputnya dapat mengaktifkan beberapa output linenya.

Salah satu jenis IC decoder yang umum di pakai adalah 74138, karena IC ini mempunyai 3 input biner dan 8 output line, di mana nilai output adalah 1 untuk salah satu dari ke 8 jenis kombinasi inputnya. Jika kita perhatikan, pengertian decoder sangat mirip dengan demultiplexer dengan pengecualian yaitu decoder yang satu ini tidak mempunyai data input. Sehingga input hanya di gunakan sebagai data control.

Pengertian decoder dapat di bentuk dari susunan gerbang logika dasar atau menggunakan IC yang banyak jual di pasaran, seperti decoder 74LS48, 74LS154, 74LS138, 74LS155 dan sebagainya. Dengan menggunakan IC, kita dapat merancang sebuah decoder dengan jumlah bit dan keluaran yang di inginkan. Contohnya adalah dengan merancang sebuah decoder 32 saluran keluar dengan IC decoder 8 saluran keluaran.































2.                       FLIP-FLOP

 KONSEP DASAR RANGKAIAN LOGIKA(FLIP-FLOP)

Rangkaian Logika terbagi menjadi dua kelompok yaitu rangkaian logika kombinasional dan rangkaian sekuensial. Rangkaian logika kombinasional adalah rangkaian yang kondisi keluarannya (output) dipengaruhi oleh kondisi masukan (input). Rangkaian logika sekuensial adalah rangkaian logika yang kondisi keluarannya dipengaruhi oleh masukan dan keadaan keluaran sebelumnya atau dapat dikatakan rangkaian yang bekerja berdasarkan urutan waktu. Ciri rangkaian logika sekuensial yang utama adalah adanya jalur umpan balik (feedback) di dalam rangkaiannya.
Rangkaian yang termasuk rangkaian logika kombinasional yaitu Dekoder, Enkoder, Multiplekser, Demultiplekser. Pada rangkaian-rangkaian itu terlihat bahwa kondisi keluaran hanya dipengaruhi oleh kondisi masukan pada saat itu. Adapun contoh rangkaian yang termasuk rangkaian sekuensial yaitu flip-flop, counter, dan register. Flip-flop adalah rangkaian utama dalam logika sekuensial. Counter, register serta rangkaian sekuensial lain disusun dengan menggunakan flip-flop sebagai komponen utama.berfungsi untuk :
·                     menyimpan bilangan biner
·                     mencacah pulsa
·                     menyerempakkan / mensinkronkan rangkaian aritmatika
Flip-Flop bersifat bistable atau dua kondisi yang stabil 0 atau 1 dan tidak berubah jika ada input yang masuk. Flip-flop adalah rangkaian yang mempunyai fungsi pengingat (memory). Artinya rangkaian ini mampu melakukan proses penyimpanan data sesuai dengan kombinasi masukan yang diberikan kepadanya. Data yang tersimpan dapat dikeluarkan sesuai dengan kombinasi masukan yang diberikan.
Setiap flip-flop dapat menyimpan satu bit (binary digit) informasi, baik dalam bentuk sebenarnya maupun bentuk komplemennya. Ada beberapa macam flip-flop, yaitu flip-flop R-S, flip-flop J-K, dan flip-flop D.
Set, yaitu jika suatu kondisi masukan mengakibatkan keluaran (Q) bernilai logika positif (1) saat dipicu, apapun kondisi sebelumnya.Hubungan input-output ideal yang dapat terjadi pada flip-flop adalah:
1.            Reset, yaitu jika suatu kondisi masukan mengakibatkan keluaran (Q) bernilai logika negatif (0) saat dipicu, apapun kondisi sebelumnya.
2.            Tetap, yaitu jika suatu kondisi masukan mengakibatkan keluaran (Q) tidak berubah dari kondisi sebelumnya saat dipicu.
3.            Toggle, yaitu jika suatu kondisi masukan mengakibatkan logika keluaran (Q) berkebalikan dari kondisi sebelumnya saat dipicu.
Secara ideal berdasar perancangan kondisi keluaran Q’ selalu berkebalikan dari kondisi keluaran Q.

B.     MACAM-MACAM FLIP-FLOP

a.      Flip-Flop R-S
Flip-flop RS atau SR (Set-Reset) merupakan dasar dari flip-flop yang ada. Flip-flop ini mempunyai 2 masukan yaitu S (SET) dan R (RESET). S(SET), dipakai untuk menyetel (membuat keluaran flip-flop berkeadaan 1) dan R (RESET) dipakai untuk me-reset (membuat keluaran berkeadaan 0). Flip-flop RS dapat dibentuk dari dua gerbang NOR atau dua  gerbang  NAND.
Rangkaian Flip-Flop yang mempunyai 2 jalan keluar Q dan Q (atasnya digaris). Simbol-simbol yang ada pada jalan keluar selalu berlawanan satu dengan yang lain. Bila S diberi logika 1 dan R diberi logika 0, maka output Q akan berada pada logika 0 dan Q not pada logika 1. Bila R diberi logika 1 dan S diberi logika 0 maka keadaan output akan berubah menjadi Q berada pada logika 1 dan Q not pada logika 0.
Sifat paling penting dari Flip-Flop adalah bahwa sistem ini dapat menempati salah satu dari dua keadaan stabil yaitu stabil I diperoleh saat Q =1 dan Q not = 0, stabil ke II diperoleh saat Q=0 dan Q not = 1 yang diperlihatkan pada gambar berikut:

Gambar 1. Rangkaian dasar flip-flop dengan gerbang NOR


Gambar2. Rangkaian dasar flip-flop dengan gerbang NAND
Tabel Kebenaran:
S
B
Q
Q
Keterangan
0
0
1
1
Terlarang
0
1
1
0
Set (memasang)
1
1
1
0
Stabil I
1
0
0
1
Reset (melepas)
1
1
0
1
Stabil II
0
0
1
1
Terlarang
1
1
Qn
Qn
Kondisi memori (mengingat)
·         kondisi terlarang yaitu kondisi output Q sama dengan Q not yaitu pada saat S=0 dan R=0.
·         kondisi memori yaitu saat S=1 dan R=1, output Q dan Qnot akan menghasilkan perbedaan yaitu jika Q=0 maka Qnot=1 atau sebaliknya jika Q=1 maka Q not =0.


No.
S
R
Clock
Keterangan
1.
1
1
Aktif (1)
Kondisi terlarang
2.
1
1
Tepi turun (Berubah dari 1 ke 0)
Kondisi pacu
3.
1
1
Tidak aktif (0)
Kondisi tak tentu
Tabel 1. Kondisi terlarang, pacu, dan tak tentu, karena perubahan clock
Tabel 2. Kondisi terlarang, pacu, dan tak tentu, karena perubahan clock dan masukan yang serempak
No.
S
R
Clock
Keterangan
1. 
1
1
Aktif (1)
Kondisi terlarang
2.
0
0
Tepi turun
Kondisi pacu
3.
0
0
Tidak aktif (0)
Kondisi tak tentu


Gambar 3. Rangkaian Percobaan Flip-Flop R-S

CRS Flip-Flop
CRS Flip-flop adalah clocked RS-FF yang dilengkapi dengan sebuah terminal pulsa clock. Pulsa clock ini berfungsi mengatur keadaan Set dan Reset. Bila pulsa clock berlogik 0, maka perubahan logik pada input R dan S tidak akan mengakibatkan perubahan pada output Q dan Qnot. Akan tetapi apabila pulsa clock berlogik 1, maka perubahan pada input R dan S dapat mengakibatkan perubahan pada output Q dan Q not.  Output  dari  flip-flop tidak akan berubah selama clock pulsanya 0 meskipun  terjadi   perubahan   pada   inputnya.   Output   flip-flop   hanya   akan   be rubah  sesuai dengan perubahan inputnya jika clock pulsa bernilai 1.

Gambar 4. RS flip-flop dengan clock.
R-S atau S-R flip flop adalah tipe flip flop yang mempunyai masukan tak sinkron S (Set) atau R (Reset) atau keduanya, dan keluaran Q dan . Masukan R dan S pada rangkaian flip flop dapat disinkronkan dengan menambahkan masukan clock pada rangkaian seperti pada gambar diatas. Keluaran Q tidak dapat merespon masukan S dan R sebelum ada masukan clock. Konsep Flip-flop RS yang harus diingat adalah sebagai berikut:
1.      R dan S keduanya rendah berarti keluaran y tetap berada pada keadaan terakhirnya secara tak terbatas akibat adanya aksi penggrendelan internal.
2.      Masukan S yang tinggi mengeset keluaran y ke-1, kecuali jika keluaran ini memang telah berada pada keadaan tinggi. Dalam hal ini keluaran tidak berubah, walaupun masukan S kembali ke keadaan rendah.
3.      Masukan R yang tinggi mereset keluaran y ke-0, kecuali jika keluaran ini memang telah rendah. Keluaran y selanjutnya tetap pada keadaan rendah, walaupun masukan R kembali ke keadaan rendah.
4.      Memberikan R dan S keduanya tinggi pada saat yang sama adalah terlarang karena merupakan pertentangan.

b.      Flip-Flop T
Nama flip-flop T diambil dari sifatnya yang selalu berubah keadaan setiap ada sinyal  pemicu  (trigger) pada masukannya. Flip-flop T atau flip-flop toggle adalah flip-flop J-K yang kedua masukannya (J dan K) digabungkan menjadi satu sehingga hanya ada satu jalan masuk. Karakteristik dari flip-flop ini adalah kondisi dari keluaran akan selalu toogle atau selalu berlawanan dengan kondisi sebelumnya. Input T merupakan satu-satunya masukan yang ada pada flip-flop jenis ini sedangkan keluarannya tetap dua, seperti semua flip-flop pada umumnya. Kalau keadaan keluaran flip-flop 0, maka setelah adanya sinyal pemicu keadaan-berikut menjadi 1 dan bila keadaannya 1, maka setelah adanya pemicuan keadaannya berubah menjadi 0. Karena sifat ini sering juga flip-flop ini disebut sebagai flip-flop toggle (berasal dari skalar toggle/pasak).
Qn
T
Qn+1
1
1
0
0
1
1
1
0
0
0
0
0
Gambar 5. T flip-flop
Tabel Kebenaran:

T
Qn+1
0
Qn
1
/Qn


    


Pada saat T = 0 maka Qn+1 = Qn
Pada saat T = 1 maka Qn+1 = /Qn
Rangkaian T flip-flop atau Togle flip-flop dapat dibentuk dari modifikasi clocked RS-FF, D-FF maupun JK-FF. T-FF mempunyai sebuah terminal input T dan dua buah terminal output Q dan Qnot. T-FF banyak digunakan pada rangkaian Counter, frekuensi deviden dan sebagainya.
c.       Flip-Flop J-K
Flip flop J-K merupakan flip flop universal dan digunakan paling luas, memiliki sifat dari semua flip flop jenis lain. Flip-flop J-K merupakan penyempurnaan dari flip-flop R-S terutama untuk mengatasi masalah osilasi, yaitu dengan adanya umpan balik, serta masalah kondisi terlarang seperti yang telah dijelaskan di atas, yaitu pada kondisi masukan J dan K berlogika 1 yang akan membuat kondisi keluaran menjadi berlawanan dengan kondisi keluaran sebelumnya atau dikenal dengan istilah toggle. Sementara untuk keluaran berdasarkan kondisi-kondisi masukan yang lain semua sama dengan flip-flop R-S.
JK flip-flop sering disebut dengan JK-FF induk hamba atau Master Slave JK-FF, karena terdiri dari dua buah flip-flop, yaitu Master FF dan Slave FF. Master Slave JK-FF ini memiliki 3 buah terminal input yaitu J, K dan Clock. Sedangkan IC yang dipakai untuk menyusun JK-FF adalah tipe 7473 yang mempunyai 2 buah JK flip-flop dimana layoutnya dapat dilihat pada Vodemaccum IC (Data book IC). Kelebihan JK-FF terhadap FF sebelumnya yaitu JK-FF tidak mempunyai kondisi terlarang artinya berapapun input yang diberikan asal ada clock maka akan terjadi perubahan pada output.
Gambar 6. JK flip-flop
Tabel Kebenaran:
J
K
Qn+1
Keterangan
0
0
Qn
Mengingat
0
1
0
Reset
1
0
1
Set
1
1
Q(strep)
Togle



Suatu flip-flop JK induk-budak (Master-Slave JK flip-flop) disusun dari dua flip-flop RS, yang satu bertindak sebagai induk/tuan sedangkan yang lainnya ber­tindak sebagai budak/pengikut yang mengikuti keadaan keluaran flip-flop induk sesaat sesudah berlalunya perubahan keluaran itu. Perbedaan waktu perubahan keadaan induk dan budak ini terjadi karena adanya inverter antara pulsa penabuh untuk flip-flop induk dan masukan flip-flop budak. Sebuah master slave JK Flip-Flop di bentuk dari dua buah SR Flip-Flop, dimana operasi dari kedua SR Flip Flop tersebut dilakukan secara bergantian, dengan memberi input Clock yang berlawanan pada ke dua SR Flip Flop tersebut.Flip-flop JK Master Slave
Prinsip dasar dari Master Slave JK adalah: jika Clock diberi input “1”, gerbang AND 1 dan 2 akan aktif, SR Flip Flop ke 1 akan menerima data yang di masukkan melalui input J dan K, semantara gerbang AND 3 dan 4 tidak aktif, sehingga SR Flip Flop ke 2 tidak ada respon. Sebaliknya jika Clock dari input 0, gerbang 3 dan 4 aktif, slave akan mengeluarkan output di Q dan Q’, sementara master tidak merespon input, karena gerbang AND 1 dan 2 tidak aktif. Jadi apapun yang dilakukan oleh flip-flop utama, akan dilakukan pula oleh flip-flop pembantu: jika flip-flop utama diset, flip-flop pembantu diset; jika flip-flop utama direset, flip-flop pembantu direset pula.

  
    Gambar 7. Master Slave J-K Flip-flop

d.      Flip Flop D
Flip-flop ini dinamakan dengan flip-flop data karena keluarannya selalu sama dengan masukan yang diberikan. Saat flip-flop pada keadaan aktif, masukan akan diteruskan ke saluran keluaran. D flip-flop adalah RS flip-flop yang ditambah dengan suatu inventer pada reset inputnya. Sifat dari D flip-flop adalah bila input D (Data) dan pulsa clock berlogik 1, maka output Q akan berlogik 1 dan bilamana input D berlogik 0, maka D flip-flop akan berada pada keadaan reset atau output Q berlogik 0.Nama flip-flop ini berasal dari Delay. Flip flop D hanya mempunyai satu masukan data dan satu masukan clock. Flip flop D sering disebut flip flop tunda. Kata tunda menggambarkan apa yang terjadi pada data, atau pada informasi masukan D. Data (0 atau 1) ditunda 1 pulsa clock dari pemasukannya sampai keluaran Q. Flip-flop D dapat disusun dari flip-flop S-R atau flip-flop J-K yang masukannya saling berkebalikan. Hal ini dimungkinkan dengan menambahkan salah satu masukannya dengan inverter agar kedua masukan flip-flop selalu dalam kondisi berlawanan. 
Gambar 8. D flip-flop
Tabel Kebenaran:
MASUKAN
KELUARAN
D
Qn+1
0
0
1
1





C.     PEMICU FLIP-FLOP
Pada flip-flop untuk menyerempakkan masukan yang diberikan kepada kedua masukannya maka diperlukan sebuah clock untuk memungkinkan hal itu terjadi. Clock disini yang dimaksud adalah sinyal pulsa yang beberapa kondisinya dapat digunakan untuk memicu flip-flop untuk bekerja. Ada beberapa kondisi clock yang bisa digunakan untuk menyerempakkan kerja flip-flop yaitu :
·         Tepi naik : yaitu pada saat perubahan sinyal clock dari logika rendah (0) ke logika tinggi (1)
·         Logika tinggi : yaitu pada saat sinyal clock berada dalam logika tinggi (1)Tepi turun : yaitu pada saat perubahan sinyal clock dari logika tinggi (1) ke logika rendah (0)
·         Logika rendah : yaitu pada saat sinyal clock berada dalam logika rendah (0)


Gambar 9. Kondisi Pemicuan Clock
Gambar 10. Simbol-simbol Pemicuan

Cara pengujian pemicuan suatu flip-flop terdapat dalam Tabel Pengujian Pemicuan Clock. Pada tabel tersebut, kita gunakan penerapan logika positif. Kondisi Clock High, yaitu saat clock ditekan sama artinya dengan logika 1, sedangkan saat clock dilepas sama artinya dengan logika 0. Jika pada langkah pengujian pertama keadaan sudah sesuai dengan tabel, pengujian dapat dihentikan, demikian seterusnya.


Langkah Pengujian
Clock
Input
Output
Jenis Pemicuan
1.
1
Diubah-ubah
Berubah
Logika Tinggi
2.
0
Diubah-ubah
Berubah
Logika rendah
3.
0
Diubah-ubah
Tetap
Tepi naik
0 ke 1
(ditekan)
Diubah-ubah
Berubah
1
Diubah-ubah
Tetap
4.
1
Diubah-ubah
Tetap
Tepi turun
1 ke 0
(dilepas)
Diubah-ubah
Berubah
0
Diubah-ubah
Tetap
Tabel. Pengujian Pemicuan Clock


D.     RANGKUMAN FLIP-FLOP
Dalam analisis dan perancangan rangkaian logika berurut selalu dibutuhkan persamaan karakteristik dan persamaan masukan flip-flop yang  digunakan. 
Tabel 3. Rangkuman karakteristik Flip-flop.
Jenis Flip-Flop
Keadaan berikut
(Pers Karakteristik)
Tabel Masukkan
RS
(Set-Reset)                             
Q+ = S +  Q
S R = 0          

Q (t)
Q (t+1)
S
R
0
0
0
X
0
1
1
0
1
0
0
1
1
1
X
0

JK
Q+ = J + Q   

Q (t)
Q (t+1)
J
K
0
0
0
X
0
1
1
X
1
0
X
1
1
1
X
0

T(Toggle/Triggered)






Q+ = +  

Q (t)
Q (t+1)
T
0
0
0
0
1
1
1
0
1
1
1
0
D (Delay)       






Q+ = D           

Q (t)
Q (t+1)
D
0
0
0
0
1
1
1
0
0
1
1
1


Flip-flop Induk-Budak (Master-Slave, MS) tidak disertakan karena karak­teristiknya sama saja dengan flip-flop JK. Keadaan dalam tabel di­nyatakan dalam bentuk persamaan karakteristik, karena kombi­nasi sudah terdefinisi dengan pasti. Tetapi masukan diberikan dalam bentuk tabel karena kombinasi masukan untuk flip-flop RS dan JK mengandung suku abaikan (don't care) sehingga ada beberapa kemungkinan per­samaan masukan yang me­menuhi. Dalam penentuan persamaan masukan flip-flop pada umumnya lebih di­butuhkan karakteristik dalam bentuk tabel tersebut.






































3.                       SHIFT REGISTER

Register geser (Shift register) merupakan salah satu piranti fungsional yang banyak digunakan di dalam sistem digital. Pada sistem digital register geser digunakan untuk menggeser suatu data. Pergeseran data pada register dapat dilakukan dalam dua arah yaitu ke arah LSB (Low Significant Bit) dan ke arah MSB (Most Significant Bit). Register geser dikelompokkan  sebagai rangkaian logika, dan oleh sebab itu suatu register disusun dari flip-flop. Register geser digunakan sebagai memori sementara dan untuk pergeseran data ke kiri atau ke kanan. Register geser dapat juga digunakan untuk mengubah format data seri ke paralel atau dari paralel ke seri.


Gambar Ilustrasi Pergeseran Data Pada Register Geser


Register geser,Shift register,register geser,Ilustrasi Pergeseran Data Pada Register Geser,Shift Register (Register Geser),register geser adalah,Serial In Serial Out Register,Serial In Parallel Out Register,Parallel In Serial Out Register,Parallel In Parallel Out Register,definisi register geser,pengertian register geser,fungsi register geser,teori register geser,shift register adalah,definisi shift register,pengertian shift register,teori shift register,materi shift register
Suatu metode pengidentifikasian register geser adalah bagaimana data dimuat dan dibaca dari unit penyimpanan, seperti yang ditunjukan pada gambar diatas. Dari sistem kerja dari register geser, register geser dapat di klasifikasikan dalam beberapa jenis sebagai berikut:

1.       Masukan dan keluaran seri (Serial In Serial Out Register), Register geser jenis ini tidak mengubah format data, karena dengan data input seri dan dikeluarkannya dalam format seri juga, yang berubah adalah nilai dari data tersebut.
2.       Masukan seri keluaran paralel (Serial In Parallel Out Register), Register geser ini akan menggeser data seri dan mengeluarkannya dalam format paralel tanpa mengubah nilai data tersebut.
3.       Masukan paralel keluaran seri (Parallel In Serial Out Register), Register geser ini hanya mengubah format data paralel menjadi serial tanpa mengubah nilai dari data tersebut.
4.       Masukan paralel keluaran paralel (Parallel In Parallel Out Register), Register geser tipe ini  akan mengubah nilai dari data yang digeser dengan format data tetap paralel.


4.                       RANGKAIAN COUNTER

Rangkaian Counter adalah rangkaian yang dapat berfungsi sebagai penghitung angka secara cepat, baik itu penghitungan maju maupun mundur. Penghitungan maju adalah hitungan yang di mulai dari angka yang kecil ke angka yang lebih besar, sedangkan penghitungan mundur adalah hitungan yang dilakukan dari angka yang besar ke angka yang kecil. Dalam penghitungan bisa mecapai jumlah yang tidak terbatas tergantung dari rangkaian yang kita buat dan juga kebutuhan.
Counter biasanya disebut sebagai pencacah yang tersusun dari sederet flip flop dan kemudian diperbarui sedemikian rupa dengan menggunakan karnough, sehingga angka yang masuk nantinya dapat dihitung sesuai rangcangan yang kita buat. Dalam penyusunan rangkaian counter terdiri atas semua jenis flip flop, tergantung model dari masing-masing flip flop itu sendiri.
Jenis dari rangkaian pencacah (counter) dibedakan menjadi dua, yaitu rangkaian pencacah naik (up counter) dan rangkaian pencacah turun (down counter). Yang dimaksud pencacah naik atau up counter adalah cacahan dari kecil ke besar kemudian kembali ke cacahan awal secara otomatis. Sedangkan pencacah turun atau down counter adalah pencacah dari besar ke arah yang kecil kemudian kembali ke cacahan yang awal.
Rangkaian Counter Adalah
Contoh dari rangkaian counter diatas hanya menggunakan IC decade counter dan satu buah seven segmen sehingga hanya mewakili angka satuan. Apabila anda ingin membuat fungsi yang lebih banyak, anda hanya tinggal menambahkan IC dan seven segmennya sesuai dengan kebutuhan yang anda inginkan. IC yang digunakan sebagai pencacah merupakan IC 4026.
Di dunia ini ada banyak sekali IC pencacah yang dapat anda gunakan untuk membuat rangkaian counter, baik itu IC dari keluarga TTL maupun CMOS. Perbedaan dari kedua IC yaitu dari angka awal dimana untuk keluarga IC TTL mempunyai awal seri 74 sedangkan untuk keluarga IC CMOS adalah 40. IC yang paling sering digunakan pada setiap rangkaian adalah IC dari jenis TTL.
Pada gambar skema di atas, IC yang digunakan adalah jenis CMOS. Karena IC jenis CMOS bisa menggunakan tegangan maksimal 15 volt, sedangkan pada jenis TTL hanya mensupplay tegangan maksimal 5 volt. Keuntungan lain dari penggunakan IC 4026 anda tidak perlu lagi menggunakan IC decorder sebagai interface seven segmen. Karena output yang dihasilkan sudah sesuai dengan kondisi dan fungsi dari seven segmen.
Skema rangkaian counter diatas sengaja menggunakan gerbang penyulut schmiit trigger karena berfungsi sebagai peredam bounching dari hentakan saklar mekanik. Anda juga bisa menggunakan gerbang schmitt trigger dan menghubungkan langsung saklar input ke pin clock IC 4026. Demikian penjelasan singkat mengenai rangkaian counter, semoga rangkaian kali ini berguna dan dapat bermanfaat bagi pembaca setia www.rangkaianelektronika.org. Baca juga artikel menarik lainnya, seperti Rangkaian ADC dan Rangkaian TV.

0 Komentar: